Mengapa Tren Gigi Kelinci Sangat Diminati di Indonesia?
Dalam beberapa tahun terakhir, minat terhadap gigi kelinci meningkat pesat. Tren ini identik dengan tampilan yang lebih muda, manis (cute), dan playful. Dua gigi depan sengaja dibuat sedikit lebih panjang sehingga memberikan kesan bentuk gigi kelinci natural ala K-pop, TikTok aesthetic, hingga influencer fashion.
Meski populer, Onyx Dental Center selalu menekankan bahwa estetika gigi tidak boleh hanya mengikuti tren. Setiap desain gigi kelinci harus mempertimbangkan:
kesehatan gigi dan gusi
proporsi wajah
bentuk bibir
ukuran rahang
karakter senyum natural pasien
Tren boleh diikuti, selama tidak mengorbankan fungsi maupun struktur gigi asli.
Tipe Wajah yang Cocok dengan Gigi Kelinci
Banyak pasien bertanya: “Apakah wajah saya cocok untuk gigi kelinci?”
Jawabannya: tidak semuanya.
Wajah yang cocok untuk gigi kelinci umumnya memiliki ciri:
ukuran wajah kecil hingga medium
bibir tidak terlalu tipis
proporsi wajah bagian bawah tidak terlalu panjang
senyum yang natural dan harmonis
Pada wajah panjang (long face), gigi kelinci buatan dapat membuat ekspresi terlihat lebih berat. Sementara itu pada bibir tipis, gigi bisa tampak terlalu maju (protruding).
Karena itu, di Onyx Dental Center setiap pasien melalui analisis estetika terlebih dahulu sebelum disarankan melakukan prosedur pasang veneer gigi kelinci.
Veneer Porcelain dan Komposit untuk Bunny Teeth
Untuk mendapatkan bentuk gigi kelinci natural, ada dua pilihan material veneer yang paling sering digunakan: komposit dan porcelain. Keduanya mampu menghasilkan tampilan bunny teeth, tetapi memiliki karakter, kelebihan, dan ketahanan yang berbeda. Agar kamu lebih mudah menentukan pilihan yang paling sesuai dengan kebutuhan dan bentuk wajahmu, berikut perbandingannya dalam tabel:
Aspek | Veneer Komposit (Direct Veneer) | Veneer Porcelain (E-Max) – Indirect Veneer |
Kesesuaian | Cocok sebagai trial look untuk mencoba bentuk gigi kelinci natural | Ideal untuk hasil jangka panjang, premium, dan stabil |
Proses | Dikerjakan langsung di kursi perawatan | Dibuat di laboratorium untuk presisi lebih tinggi |
Kelebihan Utama | Lebih terjangkau & cepat | Warna stabil, sangat natural, ketahanan tinggi |
Estetika | Cukup natural, tetapi mudah stain | Translucency menyerupai enamel, hasil terlihat natural & realistis |
Perawatan | Perlu polishing rutin agar tetap berkilau | Lebih tahan stain dan minim perawatan |
Rekomendasi | Untuk kamu yang ingin mencoba tampilan gigi kelinci tanpa prosedur besar | Untuk kamu yang ingin desain gigi kelinci buatan yang awet, elegan, dan menyatu dengan wajah |
Digital Smile Design: Kunci Presisi
Digital Smile Design (DSD) menjadi langkah penting dalam setiap prosedur estetika, termasuk veneer gigi kelinci di Onyx. Melalui teknologi ini, kamu bisa melihat simulasi hasil, memahami proporsi wajah dan gigi, serta memastikan desainnya tetap natural dan tidak berlebihan. Dengan DSD, tampilan gigi kelinci yang dibuat benar-benar disesuaikan dengan karakter wajahmu dan bukan sekadar mengikuti tren viral.
Cara Merawat Veneer Bunny Teeth Agar Tetap Awet
Untuk menjaga kekuatan, kilau dan ketahanannya:
Hindari menggigit benda keras
Kurangi konsumsi kopi/teh berlebih (terutama pada veneer komposit)
Sikat gigi minimal 2x sehari, setelah sarapan dan sebelum tidur
Gunakan benang gigi untuk membersihkan sela-sela gigi
Rutin kontrol berkala ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali.
Perawatan yang baik memastikan veneer tetap cantik dan sehat dalam jangka panjang.
Kesimpulan
Tren gigi kelinci memang memberikan kesan lebih muda dan playful, namun tidak semua orang cocok. Di Onyx Dental Center, setiap desain dibuat berdasarkan proporsi wajah, karakter senyum, dan kesehatan gigi pasien. Hasilnya bukan hanya mengikuti tren, tetapi menciptakan senyum yang benar-benar elegan, natural, dan personal.
Jika kamu ingin tahu apakah gigi kelinci cocok untuk wajahmu, tim dokter gigi Onyx siap memberikan analisis mendalam dan desain khusus untukmu.
Referensi
Patel, K., Asthana, G., Parmar, A., Tamuli, R., Manglani, S., & Dhanak, N. (2025). Clinical assessment of direct composite veneer and indirect veneers using a minimally invasive preparation technique. Journal of conservative dentistry and endodontics, 28(10), 965–971. https://doi.org/10.4103/JCDE.JCDE_279_25
Ortensi, L., Sigari, G., La Rosa, G. R. M., Ferri, A., Grande, F., & Pedullà, E. (2022). Digital planning of composite customized veneers using Digital Smile Design: Evaluation of its accuracy and manufacturing. Clinical and experimental dental research, 8(2), 537–543. https://doi.org/10.1002/cre2.570

