Ramadan adalah momen refleksi, ketenangan, dan kedekatan spiritual. Kita mempersiapkan hati, fisik, bahkan jadwal aktivitas. Namun sering kali, persiapan kesehatan gigi menyambut Ramadan 2026 justru terlewat. Padahal, kondisi rongga mulut sangat memengaruhi rasa percaya diri dan kenyamanan selama berpuasa.
Sains di Balik Bau Mulut Saat Puasa
Banyak orang mengira bau mulut saat puasa terjadi karena perut kosong. Faktanya, penyebab utama adalah perubahan kondisi dalam rongga mulut, terutama karena produksi air liur yang berkurang dan mulut menjadi kering (xerostomia).
Saliva berfungsi sebagai pelindung alami. Ia membantu menetralkan asam, membersihkan sisa makanan, serta mengontrol pertumbuhan bakteri. Ketika alirannya menurun, bakteri anaerob berkembang lebih cepat dan menghasilkan Volatile Sulfur Compounds (VSC) atau senyawa sulfur yang menjadi penyebab utama bau mulut.
Penelitian menunjukkan bahwa puasa dapat memengaruhi pH dan laju aliran saliva, yang berperan penting dalam keseimbangan mikrobiota atau bakteri alami di rongga mulut kita. Artinya, bau mulut saat puasa adalah respons biologis yang sering terjadi dan bukan sekadar persepsi saja.
Karang Gigi: Penyebab Bau Mulut yang Sering Tidak Disadari
Selain mulut kering, ada satu faktor yang sangat berpengaruh, yaitu karang gigi atau dental calculus.
Karang gigi terbentuk dari sisa makanan dan plak yang mengeras karena proses mineralisasi dan menempel pada gigi. Permukaannya kasar dan menjadi tempat ideal bagi bakteri untuk melekat dan berkembang.
Saat berpuasa, kombinasi antara:
Mulut kering
Karang gigi
Penumpukan bakteri
Hal ini akan memperparah bau mulut, karang gigi tersebut tidak dapat hilang hanya dengan menyikat gigi.
Oleh karena itu, scaling atau pembersihan karang gigi sebelum Ramadan menjadi langkah preventif yang sangat disarankan.
Di Onyx Dental Center, kami selalu menyarankan evaluasi kondisi gusi dan jaringan periodontal sebelum memasuki bulan puasa, agar tidak ada peradangan tersembunyi yang memicu bau mulut yang tidak sedap.
Penuhi Hidrasi dan Menjaga Kelembapan Rongga Mulut
Mulut yang sehat selama Ramadan sangat bergantung pada strategi hidrasi yang tepat. Berikut pendekatan klinis yang dapat dilakukan:
Cukupi kebutuhan air putih saat sahur dan berbuka
Gunakan pola minum bertahap (tidak sekaligus)
Hindari minuman berkafein berlebihan
Batasi makanan tinggi gula dan tinggi asam
Gunakan obat kumur sesuai anjuran dokter gigi untuk menjaga keseimbangan kelembapan
Selain itu, menyikat gigi setelah sahur dan sebelum tidur tetap menjadi kunci utama menjaga kebersihan gigi dan rongga mulut kita.
Pencegahan Nyeri Gigi Saat Berpuasa
Ramadan bukan waktu yang ideal untuk menghadapi nyeri gigi mendadak. Sering kali, gigi berlubang kecil tidak menimbulkan gejala. Namun ketika infeksi bakteri semakin berkembang, rasa sakit bisa muncul tiba-tiba dan mengganggu puasamu.
Pemeriksaan pra-Ramadan dapat membantu mendeteksi:
Karies atau gigi berlubang yang belum terasa
Radang gusi
Tambalan lama yang bocor
Langkah preventif ini bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga membantu kita fokus dan merasa tenang dalam beribadah.
Onyx Dental Center Membantu Menjaga Kesehatan Gigimu Secara Menyeluruh
Di Onyx Dental Center, kami memandang kesehatan gigi sebagai bagian dari keseimbangan tubuh secara keseluruhan. Persiapan kesehatan gigi menyambut Ramadan 2026 bukan hanya tentang menghilangkan bau mulut, tetapi tentang:
Menjaga kesehatan gigi dan jaringan gusi
Mencegah peradangan
Memberikan rasa aman selama berpuasa
Karena ketika rongga mulut sehat, ibadah terasa lebih ringan dan senyum pun tetap percaya diri saat berbuka bersama keluarga, kolega, maupun sahabat.
Kesimpulan
Ramadan adalah perjalanan spiritual yang penuh makna. Persiapan hati memang utama, tetapi menjaga kesehatan fisik juga bagian dari tanggung jawab diri. Dengan memahami sains di balik bau mulut saat puasa, membersihkan karang gigi, menjaga hidrasi, serta melakukan pemeriksaan sebelum Ramadan, kamu dapat menjalani bulan suci dengan lebih nyaman dan tenang. Sehingga kualitas hidup dan ibadahmu akan terjaga.
Baca Juga Layanan Onyx Dental Center yang sesuai:
Di Onyx Dental Center, setiap perawatan dilakukan dengan prinsip presisi dan minimal invasif, karena kami percaya bahwa senyum sehat dimulai dari struktur gigi yang tetap terjaga.
Referensi
Ali Shah, S. (2023). Oral hygiene and dental care during Ramadan fasting. Journal of Khyber College of Dentistry, 13(1), 1–? https://doi.org/10.33279/jkcd.v13i1.10
Arinawati, D. Y. (2023). Ramadan fasting and saliva characteristics. In Proceeding Improve Quality in Dentistry (IMUnity). Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. https://doi.org/10.18196/imunity.v1i1
Yacoub, S., Khemiss, M., Besbes, A., & Ben Saad, H. (2025). Impact of Ramadan Intermittent Fasting on Salivary pH, Flow Rate, and Electrolyte Levels in Healthy Adult Men. American Journal of Men’s Health, 19(1). https://doi.org/10.1177/15579883241312396

