Mengapa Retainer Tetap Penting Setelah Behel Dilepas?
Bagi banyak pasien, pelepasan behel terasa seperti akhir dari perjalanan perawatan ortodonti. Namun secara klinis, fase yang tak kalah penting justru dimulai setelahnya.
Setelah behel dilepas, gigi memiliki kecenderungan alami untuk bergerak kembali ke posisi semula. Kondisi ini dikenal sebagai relapse. Pada tahap ini, jaringan penyangga gigi, termasuk ligamen periodontal dan tulang, belum sepenuhnya stabil.
Tanpa retainer, tekanan ringan dari aktivitas sehari-hari seperti mengunyah, menelan, atau bahkan posisi lidah dapat secara perlahan menggeser gigi yang telah dirapikan. Di sinilah peran retainer menjadi krusial, bukan sekadar pelengkap, melainkan penjaga hasil perawatan jangka panjang.
Apa Itu Retainer dan Bagaimana Cara Kerjanya?
Retainer adalah alat ortodonti yang digunakan setelah perawatan behel untuk mempertahankan posisi gigi yang telah dirapikan. Retainer bekerja dengan menahan gigi tetap berada pada posisi barunya hingga jaringan penyangga beradaptasi dan mencapai stabilitas.
Pada banyak kasus, penggunaan retainer bukan hanya bersifat sementara. Retainer menjadi bagian dari strategi perawatan jangka panjang untuk menjaga fungsi, stabilitas, dan estetika senyum.
Jenis-Jenis Retainer Gigi
1. Retainer Lepasan (Removable Retainer)
Jenis retainer yang dapat dilepas pasang oleh pasien, meliputi:
Retainer Essix
Berbahan transparan, tipis, dan estetik. Nyaman digunakan dan hampir tidak terlihat, namun membutuhkan kedisiplinan tinggi karena mudah dilepas.Retainer Hawley
Terbuat dari kawat dan akrilik. Lebih kokoh dan dapat disesuaikan, tetapi tampak lebih terlihat dibandingkan retainer transparan.
Jenis ini cocok bagi pasien yang disiplin dan menginginkan fleksibilitas, terutama saat makan.
2. Retainer Permanen (Fixed Retainer)
Berupa kawat tipis yang direkatkan di bagian belakang gigi, umumnya pada gigi depan.
Kelebihan:
Selalu terpasang, sehingga tidak bergantung pada kepatuhan pemakaian
Sangat efektif mencegah pergeseran ulang pada gigi depan
Hal yang Perlu Diperhatikan:
Membutuhkan kebersihan ekstra karena area sekitar kawat lebih sulit dibersihkan
Pemilihan jenis retainer akan disesuaikan dengan kondisi gigi, pola pergeseran, serta gaya hidup pasien.
Berapa Lama Retainer Harus Dipakai?
Tidak ada durasi pemakaian retainer yang sama untuk setiap pasien. Namun secara umum, panduannya adalah sebagai berikut:
3–6 bulan pertama: digunakan hampir sepanjang hari, sekitar 20–22 jam
Tahap berikutnya: umumnya cukup dipakai pada malam hari, sekitar 8–10 jam
Jangka panjang: pada beberapa kasus, pemakaian malam hari dianjurkan dalam jangka waktu yang sangat panjang
Dokter gigi atau dokter spesialis ortodonti akan menentukan durasi dan pola pemakaian berdasarkan stabilitas gigi dan risiko terjadinya relapse.
Cara Merawat Retainer agar Tetap Awet dan Higienis
Perawatan yang tepat membantu menjaga fungsi retainer sekaligus kesehatan mulut secara keseluruhan:
Bersihkan retainer setiap hari menggunakan sikat lembut
Hindari penggunaan air panas karena dapat mengubah bentuk retainer
Simpan retainer di kotak khusus saat tidak digunakan
Hindari membungkus retainer dengan tisu karena mudah terbuang
Lakukan kontrol rutin untuk memastikan retainer tetap dalam kondisi optimal
Tanda Retainer Bermasalah yang Perlu Diperiksa
Segera konsultasikan ke dokter gigi apabila:
Retainer terasa terlalu longgar atau justru terlalu ketat
Gigi mulai terasa bergeser
Retainer retak atau berubah bentuk
Timbul bau tidak sedap atau iritasi pada gusi
Pemeriksaan dini membantu mencegah masalah berkembang lebih jauh dan memastikan retainer tetap nyaman digunakan.
Kesimpulan
Retainer memegang peran kunci dalam mempertahankan hasil perawatan behel. Tanpa penggunaan yang tepat, gigi berisiko kembali bergeser meskipun perawatan ortodonti telah dijalani dengan baik.
Dengan pemilihan jenis retainer yang sesuai, pemakaian yang disiplin, serta kontrol rutin, senyum rapi dapat dipertahankan secara berkelanjutan. Retainer bukan sekadar alat, melainkan bagian dari komitmen jangka panjang terhadap kesehatan dan estetika gigi.
Baca Juga Layanan Onyx Dental Center yang sesuai:
Konsultasi yang tepat selalu menjadi langkah awal untuk menentukan solusi terbaik sesuai kebutuhanmu.
Referensi
Lyros, I., Tsolakis, I. A., Maroulakos, M. P., Fora, E., Lykogeorgos, T., Dalampira, M., & Tsolakis, A. I. (2023). Orthodontic retainers—A critical review. Children (Basel), 10(2), 230. https://doi.org/10.3390/children10020230 PMCID: PMC9954726
Patyal, A., Karpe, S., Chacko, P. K., Khandelwal, M., Singh, A., & Choudhury, D. (2022). Evaluation of efficacy of different types of retainers post-orthodontic treatment: An original research. International Journal of Health Sciences, 6(S2), 9372–9377. https://doi.org/10.53730/ijhs.v6nS2.744

