Apa Itu Gummy Smile?
Gummy smile adalah kondisi ketika bagian gusi terlihat lebih dominan saat tersenyum. Buat sebagian orang, ini bukan masalah kesehatan, tapi bisa mengganggu rasa percaya diri, apalagi kalau sering muncul di foto atau saat ngobrol.
Kabar baiknya, gummy smile punya banyak solusinya. Sebelum memilih perawatan, penting untuk paham dulu apa penyebabnya dan opsi apa yang paling cocok untuk kondisimu.
Penyebab Umum Gummy Smile
Gummy smile dapat disebabkan oleh satu atau kombinasi faktor. Setiap penyebab memerlukan penanganan yang berbeda.
Altered Passive Eruption (APE)
Kondisi ini terjadi ketika pergerakan jaringan gusi setelah gigi tumbuh tidak berlangsung sempurna. Akibatnya, gusi menutupi mahkota gigi lebih banyak dari yang seharusnya.
Ciri-ciri APE:
Gigi tampak lebih pendek dari ukuran normal
Gusi terlihat “tebal” dan menutupi bagian mahkota gigi
Saat tersenyum, gusi tampak dominan meskipun posisi gigi normal
Masalah ini bukan karena gigi kecil, tetapi karena tertutup jaringan gusi yang berlebih. Oleh karena itu, menghilangkan atau mengatur ulang kontur gusi menjadi solusi utama.
Solusi:
Gingivektomi laser atau metode modern untuk mengoreksi gusi berlebih dengan cara mengangkat jaringan secara presisi menggunakan laser.
Crown lengthening atau prosedur membuka permukaan akar dengan mengurangi kelebihan jaringan gusi jika diperlukan untuk mencapai proporsi gigi dan gusi yang ideal.
Otot Bibir Atas yang Hiperaktif
Pada sebagian orang, otot bibir bekerja lebih aktif dan kuat daripada normal. Akibatnya, bibir atas terangkat terlalu tinggi ketika tersenyum sehingga memperlihatkan area gusi lebih banyak.
Ciri-ciri bibir hiperaktif:
Saat tidak tersenyum, bibir terlihat normal
Saat tersenyum, bibir terangkat sangat tinggi
Bentuk gigi normal, tetapi gusi tetap terlihat
Pada kasus ini, yang menjadi masalah bukan gusi atau gigi, melainkan gerakan bibir.
Solusi:
Botox: melemahkan otot bibir sehingga gerakan lebih terkendali.
Lip repositioning: solusi lebih permanen untuk membatasi gerakan bibir yang naik terlalu tinggi
Bibir Pendek Secara Anatomi
Beberapa orang memiliki bibir atas yang secara anatomis lebih pendek dari rata-rata, sehingga tidak mampu menutup bagian gusi dengan optimal.
Ciri-ciri bibir pendek:
Saat mulut rileks, jarak bibir ke gigi depan cukup jauh
Saat tersenyum, gusi langsung terlihat walaupun otot bibir tidak terlalu aktif
Tidak ada jaringan gusi berlebih, tetapi bibir tidak mampu menutupi area gusi
Masalah ini murni karena panjang bibir, bukan struktur gusi atau tulang.
Solusi: Lip repositioning, membantu memanjangkan “efek” bibir dan membuatnya menutup lebih baik saat tersenyum.
Vertical Maxillary Excess (VME)
Dikenal sebagai rahang atas yang terlalu berkembang secara vertikal. Ini adalah penyebab gummy smile yang lebih kompleks karena melibatkan pertumbuhan tulang wajah.
Ciri-ciri VME:
Wajah bagian tengah tampak lebih panjang
Gusi terlihat sangat banyak saat tersenyum
Sering diikuti dengan gigitan terbuka atau open bite ringan
Bibir terlihat “jatuh” saat istirahat karena jarak vertikal yang panjang
Kondisi ini biasanya bersifat genetik dan memengaruhi proporsi wajah secara keseluruhan, bukan hanya gigi atau gusi.
Solusi:
Orthognathic surgery: untuk memodifikasi posisi dan tinggi rahang atas. Prosedur ini direkomendasikan untuk kasus sedang hingga berat dan memberikan hasil permanen yang proporsional.
Posisi Gigi yang Proclined (Terlalu Maju)
Ketika gigi depan terlalu maju ke depan, bibir perlu bergerak lebih tinggi untuk menutupi permukaan gigi tersebut. Hal ini membuat bagian gusi menjadi lebih terekspos saat tersenyum.
Ciri-ciri gigi proclined:
Gigi depan tampak maju dan cenderung condong ke depan
Senyum menunjukkan lebih banyak gusi di area tengah
Profil wajah juga tampak maju
Permasalahan di sini terjadi akibat posisi gigi, bukan bentuk gusi atau bibir.
Solusi:
Perawatan kawat gigi untuk mengembalikan posisi gigi ke arah yang lebih ideal
Pada kasus tertentu, dapat dikombinasikan dengan gingivektomi ringan untuk estetika yang lebih optimal
Mengetahui penyebab gummy smile adalah kunci agar perawatan benar-benar efektif.
Kapan Harus Konsultasi dengan Dokter Gigi?
Konsultasi disarankan ketika kamu:
Tidak yakin apa penyebab gummy smile yang kamu miliki.
Ingin hasil estetik yang lebih optimal.
Menginginkan analisis proporsi wajah & bibir dengan detail.
Ingin perawatan yang aman, nyaman dan presisi.
Dokter gigi memahami struktur jaringan gusi sehingga mampu menjelaskan dengan detail kondisi gummy smile dan kebutuhan perawatan untuk memberikan hasil yang lebih estetik dan aman.
Kesimpulan
Gummy smile dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari erupsi gigi yang tidak sempurna hingga otot bibir yang terlalu aktif. Karena setiap pasien memiliki penyebab yang berbeda, pilihan perawatannya pun harus disesuaikan dengan kebutuhan.
Dengan analisis yang tepat oleh dokter gigi berpengalaman atau dokter gigi spesialis periodonsia, kamu bisa mendapatkan senyum yang lebih proporsional, natural, dan dapat meningkatkan rasa percaya dirimu.
Referensi
Kadam D. (2024). Correction of Gummy Smile: An Essential Procedure in Facial Aesthetics. Indian journal of plastic surgery : official publication of the Association of Plastic Surgeons of India, 57(6), 523–524. https://doi.org/10.1055/s-0044-1801265
Maleki, M., Huang, B., Mendes, V. C., Caminiti, M. F., & Finer, Y. (2024). A Systematic Review and Meta-Analysis Comparing Surgical and Nonsurgical Treatments for Excessive Gingival Display. Dentistry Journal, 12(6), 154. https://doi.org/10.3390/dj12060154
Venugopal, A., Manzano, P., Ahmed, F., Vaiid, N., & Bowman, S. J. (2023). Gummy smiles: Etiologies, diagnoses & formulating a clinically effective treatment protocol. Seminars in Orthodontics. https://doi.org/10.1053/j.sodo.2023.11.014

