Apa Itu Kanker Mulut?
Kanker mulut adalah pertumbuhan sel abnormal di area rongga mulut yang dapat terjadi pada lidah, bibir, pipi bagian dalam, dasar mulut, langit-langit mulut, hingga gusi. Sebagian besar kasus kanker mulut termasuk jenis oral squamous cell carcinoma, yaitu kanker yang berasal dari lapisan permukaan mukosa mulut.
Pada kanker mulut stadium awal, sering tidak menimbulkan rasa sakit sehingga banyak orang mengabaikannya. Padahal, deteksi dini sangat penting karena keberhasilan pengobatan jauh lebih baik bila ditemukan lebih awal.
Dokter gigi sering menjadi tenaga kesehatan pertama yang menemukan tanda awal kanker mulut saat pemeriksaan rutin. Oleh karena itu, pemeriksaan gigi berkala bukan hanya untuk melihat gigi berlubang, tetapi juga untuk memantau kesehatan jaringan lunak rongga mulut.
Gejala dan Tanda Awal yang Sering Diabaikan
Gejala kanker mulut dapat berbeda pada setiap orang, tetapi beberapa tanda berikut perlu diwaspadai terutama bila berlangsung lebih dari 2 minggu:
Sariawan yang tidak kunjung sembuh
Benjolan atau penebalan jaringan di mulut
Luka yang mudah berdarah
Bercak putih, merah, atau campuran merah-putih di rongga mulut
Nyeri saat menelan atau mengunyah
Lidah terasa kaku atau sulit digerakkan
Mati rasa pada area mulut atau bibir
Gigi terasa goyang tanpa penyebab jelas
Rahang terasa nyeri atau sulit dibuka
Pada kanker mulut stadium awal, keluhan bisa tampak sangat ringan sehingga sering dikira hanya iritasi biasa.
Sariawan Biasa vs Kanker Mulut, Bagaimana Membedakannya?
Banyak orang sulit membedakan sariawan biasa dengan tanda kanker mulut. Berikut perbedaannya secara umum:
Sariawan Biasa | Kanker Mulut |
Umumnya sembuh dalam 7–14 hari | Tidak sembuh lebih dari 2 minggu |
Biasanya terasa nyeri sejak awal | Pada stadium awal bisa tidak terasa nyeri |
Bentuk luka relatif kecil dan jelas | Dapat tampak tidak beraturan atau menebal |
Sering dipicu tergigit, stres, atau kurang tidur | Bisa muncul tanpa penyebab yang jelas |
Tidak terus membesar | Dapat semakin luas atau dalam |
Tidak menyebabkan benjolan keras | Bisa disertai benjolan atau pengerasan jaringan |
Jarang menyebabkan gigi goyang | Pada kondisi tertentu dapat disertai gigi goyang |
Biasanya membaik sendiri | Memerlukan pemeriksaan dokter gigi dan kadang |
Tidak semua luka di mulut adalah kanker. Namun, luka yang menetap lebih dari dua minggu perlu diperiksa lebih lanjut oleh dokter gigi atau dokter spesialis penyakit mulut.
Tanda di Lidah, Pipi, Gusi, dan Bibir yang Perlu Diwaspadai
Kanker mulut dapat muncul di berbagai lokasi:
Lidah: luka di sisi lidah yang tidak sembuh
Pipi bagian dalam: bercak putih atau merah yang menetap
Gusi: pembengkakan atau adanya benjolan abnormal
Bibir: luka kronis atau menetap terutama pada bibir bawah akibat paparan sinar matahari berlebih
Pada beberapa kasus, pasien baru menyadari adanya kanker mulut ketika sudah muncul nyeri hebat atau kesulitan makan.
Faktor Risiko Kanker Mulut
Kebiasaan Merokok dan Alkohol
Merokok merupakan salah satu faktor risiko terbesar kanker mulut. Rokok mengandung berbagai zat karsinogenik yang dapat merusak sel-sel rongga mulut dalam jangka panjang.
Konsumsi alkohol berlebihan juga meningkatkan risiko, terutama bila dikombinasikan dengan kebiasaan merokok.
Infeksi HPV
Beberapa kasus kanker mulut dan kanker orofaring berkaitan dengan infeksi Human Papillomavirus (HPV), terutama tipe HPV-16. Virus ini dapat memengaruhi jaringan mulut dan tenggorokan.
Paparan Sinar Matahari Berlebih
Paparan sinar ultraviolet dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko kanker bibir, terutama pada bibir bawah.
Faktor Risiko Lain
Beberapa kondisi lain yang dapat meningkatkan risiko kanker mulut antara lain:
Kebersihan mulut yang buruk
Iritasi kronis
Pola makan yang tidak cukup nutrisi seperti kurang konsumsi buah dan sayur
Sistem imun yang lemah
Riwayat kanker sebelumnya
Meski demikian, kanker mulut juga dapat terjadi pada orang tanpa faktor risiko yang jelas.
Bagaimana Kanker Mulut Didiagnosis?
Diagnosis kanker mulut tidak bisa ditegakkan hanya dari foto atau pemeriksaan mandiri di rumah.
Dokter gigi biasanya akan melakukan:
Pemeriksaan visual rongga mulut
Perabaan jaringan lunak mulut dan leher
Evaluasi luka atau bercak abnormal
Pemeriksaan penunjang bila diperlukan
Bila ditemukan lesi yang mencurigakan, pasien mungkin memerlukan biopsi untuk memastikan diagnosis yang tepat.
Deteksi dini kanker mulut dapat dilakukan saat pemeriksaan rutin di klinik gigi. Pemeriksaan berkala membantu menemukan perubahan jaringan sebelum berkembang lebih lanjut.
Langkah Pencegahan yang Bisa Kamu Lakukan Sekarang
Beberapa langkah berikut dapat membantu menurunkan risiko kanker mulut:
Berhenti merokok
Membatasi konsumsi alkohol
Menjaga kebersihan gigi dan mulut
Mengonsumsi makanan bergizi seimbang
Menggunakan pelindung bibir ber-spf terhadap sinar matahari
Rutin memeriksakan gigi setiap 6 bulan
Selain menjaga kesehatan gigi, pemeriksaan rutin juga membantu mendeteksi perubahan jaringan mulut sejak dini.
Kapan Harus ke Dokter Gigi?
Segera lakukan pemeriksaan bila kamu mengalami:
Sariawan lebih dari 2 minggu
Luka mulut yang tidak membaik
Bercak merah atau putih menetap
Benjolan di mulut atau leher
Nyeri menelan berkepanjangan
Perubahan suara atau kesulitan membuka mulut
Jangan lupa untuk tetap menjadwalkan pemeriksaan rutin minimal 6 bulan sekali untuk membantu mendeteksi masalah rongga mulut lebih dini.
Kesimpulan
Kanker mulut sering diawali gejala ringan yang tampak seperti masalah biasa di rongga mulut. Karena itu, banyak kasus terlambat terdeteksi. Luka yang tidak sembuh, bercak abnormal, atau perubahan jaringan di mulut tidak boleh diabaikan, terutama bila berlangsung lebih dari dua minggu.
Deteksi dini sangat penting karena peluang keberhasilan penanganan lebih baik pada stadium awal. Pemeriksaan rutin ke dokter gigi membantu menjaga kesehatan gigi sekaligus memantau kondisi jaringan rongga mulut secara menyeluruh.
Referensi
Abati, S., Bramati, C., Bondi, S., Lissoni, A., & Trimarchi, M. (2020). Oral Cancer and Precancer: A Narrative Review on the Relevance of Early Diagnosis. International journal of environmental research and public health, 17(24), 9160. https://doi.org/10.3390/ijerph17249160
Felicia Paramita & Endah Ayu Tri Wulandari. (2024). The accuracy of oral cancer clinical diagnosis in Cipto Mangunkusumo Hospital: An Indonesian national referral hospital study. Journal of Indonesian Oral Medicine Society, 2(3). https://doi.org/10.32793/jioms.v2i3.1375
Julia Kijowska, Julia Grzegorczyk, Katarzyna Gliwa, Aleksandra Jędras, & Monika Sitarz. (2024). Epidemiology, diagnostics, and therapy of oral cancer—Update review. Cancers, 16(18), 3156. https://doi.org/10.3390/cancers16183156

