Apa Itu Crossbite (Gigitan Silang)? Mengenal Anterior dan Posterior Crossbite
Crossbite adalah kondisi ketika gigi atas tidak menutup dengan posisi yang ideal di atas gigi bawah. Alih-alih berada sedikit di luar, gigi atas justru menggigit ke arah dalam atau berada di belakang gigi bawah.
Secara klinis, crossbite terbagi menjadi dua jenis utama:
Anterior Crossbite
Anterior crossbite terjadi ketika satu atau beberapa gigi depan atas berada di belakang gigi depan bawah. Kondisi ini cukup mudah dikenali karena tampilan gigi depan terlihat seperti “terbalik” dan senyum tampak kurang seimbang.
Selain memengaruhi estetika, anterior crossbite juga dapat mengganggu fungsi gigitan depan dan mempercepat keausan gigi.
Posterior Crossbite
Posterior crossbite melibatkan gigi belakang atau geraham. Pada kondisi ini, gigi atas menggigit ke arah dalam pipi, bukan berada di sisi luar seperti seharusnya. Karena letaknya di bagian belakang, posterior crossbite sering tidak disadari. Namun justru jenis inilah yang paling sering memengaruhi keseimbangan rahang dan pola kunyah.
Baik anterior maupun posterior crossbite termasuk maloklusi dan memerlukan evaluasi ortodonti, seperti kawat gigi atau Invisalign, untuk mencegah gangguan fungsi rahang di kemudian hari.
Efek Domino Crossbite: Dari Terkikisnya Gigi hingga Gangguan Sendi Rahang
Semakin lama crossbite dibiarkan, semakin besar risiko gangguan fungsi rahang dan semakin kompleks perawatan yang dibutuhkan.
Beberapa dampak yang sering terjadi antara lain:
Gigi terkikis (abrasi) akibat tekanan kunyah yang tidak seimbang dan kontak gigi yang tidak normal.
Nyeri atau rasa lelah pada otot rahang, terutama saat mengunyah makanan keras atau dalam waktu lama.
Bunyi klik atau krek pada sendi rahang saat membuka dan menutup mulut, yang merupakan tanda gangguan sendi temporomandibular (TMJ).
Sakit kepala berulang, akibat ketegangan otot rahang dan sendi.
Risiko gangguan TMJ jangka panjang, termasuk keterbatasan gerak rahang dan nyeri kronis.
Resesi gusi, terutama pada gigi yang menerima tekanan berlebih, yang dapat menyebabkan sensitivitas gigi.
Hubungan Antara Crossbite dan Asimetri Bentuk Wajah
Banyak pasien terkejut saat mengetahui bahwa crossbite bisa memengaruhi bentuk wajah. Ketika rahang kanan dan kiri bekerja tidak seimbang, tubuh secara alami akan menyesuaikan posisi gigitan ke satu sisi.
Dalam jangka panjang, hal ini dapat menyebabkan:
Wajah tampak condong ke satu sisi
Perbedaan tinggi rahang kanan dan kiri
Profil wajah terlihat kurang seimbang
Otot pipi di satu sisi lebih dominan atau tampak lebih tirus
Perubahan ini terjadi perlahan dan sering baru disadari setelah bertahun-tahun.
Pilihan Perawatan: Kawat Gigi Konvensional atau Invisalign?
Crossbite dapat diperbaiki melalui dua metode ortodonti utama: kawat gigi (braces) atau Invisalign. Keduanya efektif, namun pemilihan metode tergantung pada kondisi pasien, tingkat keparahan kasus, dan preferensi estetika.
Kawat Gigi (Braces)
Keunggulan:
Koreksi ideal untuk kasus sedang hingga berat
Kontrol pergerakan gigi lebih presisi, terutama untuk rotasi atau pergeseran besar
Cocok untuk kasus crossbite yang disertai crowding (gigi berjejal)
Invisalign
Keunggulan:
Nyaman dan hampir tidak terlihat
Bisa dilepas saat makan atau menyikat gigi
Proses pemindaian digital memudahkan prediksi hasil perawatan
Cocok untuk pasien dewasa dengan mobilitas tinggi
Pemilihan metode terbaik ditentukan melalui evaluasi menyeluruh, termasuk kondisi gigi, rahang, dan kebutuhan estetika masing-masing pasien.
Pentingnya Deteksi Dini dan Perawatan pada Usia Dewasa
Perbaikan crossbite tidak terbatas pada anak-anak. Orang dewasa pun dapat dan sangat dianjurkan untuk melakukan perawatan ortodonti karena:
Membantu menstabilkan fungsi sendi rahang
Mencegah perburukan gangguan TMJ
Memperbaiki simetri wajah dan estetika senyum
Mengurangi risiko abrasi gigi dan masalah gusi
Meningkatkan kenyamanan mengunyah dan kepercayaan diri
Dengan perencanaan yang tepat, hasil perawatan pada usia dewasa tetap dapat optimal dan stabil.
Kesimpulan
Crossbite bukan sekadar masalah tampilan gigi. Kondisi ini dapat memengaruhi kesehatan sendi rahang, pola pengunyahan, hingga keseimbangan bentuk wajah. Baik anterior maupun posterior crossbite memerlukan evaluasi ortodonti untuk mencegah dampak jangka panjang.
Melalui perawatan seperti kawat gigi atau Invisalign, crossbite dapat dikoreksi secara bertahap dan aman. Konsultasi sejak dini dengan dokter gigi atau dokter gigi spesialis ortodonti adalah langkah penting untuk mengembalikan keseimbangan gigitan, fungsi rahang, dan estetika wajah secara menyeluruh.
Referensi
Brizuela, M., Palla, A., & N, D. K. (2022, October 24). Posterior crossbite. In StatPearls. StatPearls Publishing. Retrieved December 13, 2025, from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/sites/books/NBK499873/
Karaçor, G. (2024). Management of anterior dental crossbite with removable appliance. Dental Clinics of North America, 68. https://doi.org/10.1016/j.identj.2024.07.426
Sandeep, K. (2024). Exploring management techniques for crossbite correction: A case series demonstrating successful treatment strategies. Journal of Medical and Dental Science Research, 10(4), 68–75. Retrieved from https://www.questjournals.org/jmdsr/papers/vol10-issue4/10046874.pdf

